PT. Holcim Indonesia Tbk Akan Membangun Pabrik Semen di Tuban

Tahun 2010 PT. Holcim Indonesia Tbk telah merencanakan untuk membangun pabrik semen baru di wilayah Tuban, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1.7 juta ton per tahun. Diperkirakan dana investasi yang dibutuhkan mencapai Rp. 6 triliun.

Pabrik semen yang akan dibangun tersebut akan menempati lahan seluas 1.050 hektar, yang semula merupakan lahan milik pabrik semen PT. Dwima Agung yang telah bangkrut.  Selanjutnya »

SNC Lavalin Group Membangun Pabrik Pupuk Baru di Afrika Selatan

SNC Lavalin Group Inc akan merancang dan membangun pabrik pupuk dengan kapasitas produksi sebesar 400.000 ton per tahun. Pabrik pupuk tersebut akan dibangun di sebuah kawasan industri utama di Secunda, Afrika Selatan.

Pabrik pupuk tersebut dimiliki oleh Sasol, sebuah perusahaan energi dan industri terbesar di Afrika Selatan. Selanjutnya »

Xianlu Petrochemical Membangun Pabrik Isophthalic Acid

Menyusul investasi yang telah dilakukan di pabrik purified terephthalic acid (PTA) dan paraxylene, Xianlu Petrochemical Corporation (Taiwan) akan membangun pabrik isophthalic acid, dengan kapasitas 250.000 ton per tahunnya.

Proyek pembangunan pabrik isophthalic acid tersebut diperkirakan akan menelan biaya investasi sebesar 108,75 juta dollar Amerika dan diperkirakan rampung pada tahun 2012 mendatang. Selanjutnya »

CSB Mendesak Penggunaan Detektor Gas Mudah Terbakar

Menyusul terjadinya ledakan di pabrik kertas Tomahawk tahun 2008 lalu di Amerika Serikat, The Chemical Safety Board (CSB) Amerika mendesak pabrik-pabrik yang melakukan pekerjaan pengelasan atau pekerjaan hot work lainnya, untuk menggunakan detektor gas mudah terbakar (flammable gas detector).

Desakan tersebut dirilis dalam buletin safety yang akan segera dikeluarkan oleh CSB. Penggunaan flammble gas detector merupakan satu dari tujuh hal hasil evaluasi kejadian ledakan di pabrik-pabrik di Amerika, yang telah menewaskan 60 orang sejak tahun 1990 silam. Selanjutnya »

Label Bahan Kimia Berbahaya Menurut WHMIS

Video berikut adalah video yang akan menyajikan informasi seputar label bahan kimia berbahaya menurut sistem informasi bahan kimia berbahaya di tempat kerja atau Workplace Hazardous Materials Information System (WHMIS).

Pemasangan label pada kemasan bahan kimia berbahaya merupakan salah satu bentuk pengendalian bahaya. Pada label dijelaskan bahan kimia di dalamnya, bahaya terkait yang dapat ditimbulkan serta petunjuk apabila terjadi kondisi emergensi atau kecelakaan yang melibatkan bahan kimia tersebut. Selanjutnya »

Empat Orang Terluka, Menyusul Ledakan di Pabrik Produk Titanium

Empat orang terluka karena menghirup gas beracun titanium tetrachloride, menyusul ledakan yang terjadi pada tempat penyimpanan titanium tetrachloride di pabrik milik Cristal Global.

Pabrik yang terletak di Wakefield, sebelah barat Yorkshire, Inggris, merupakan pabrik pembuatan produk dengan bahan dasar titanium. Selanjutnya »

Daftar Bahan Perusak Lapisan Ozon Berdasarkan Permen Perindustrian No. 33/M-IND/PER/4/2007

Pemerintah, melalui Departemen Perindustrian, telah menetapkan daftar bahan perusak lapisan ozon (BPO) atau ozon depleting substance (ODS). Daftar tersebut tercantum dalam peraturan menteri perindustrian nomor 331M-IND/PER/4/2007, yang mulai berlaku tanggal 17 April 2007.

Adapun bahan-bahan yang termasuk kategori bahan perusak lapisan ozon seperti dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Karbon Tetraklorida (Carbon Tetrachloride) atau CCl4
  • 1.1.1 Trikloroetana (Trichloroethane MeNl) atau CH3CCl3
  • Turunan Fluorinasi, Brominasi atau Iodinasi dari HC asiklik Selanjutnya »

Pabrik Semen PT. Gunung Pantara Barisan Mulai Beroperasi April 2010

Pabrik semen milik PT. Gunung Pantara Barisan di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka Batu Bara, Sumatera Utara, akan segera selesai pembangunannya pada akhir bulan Maret 2010 ini.

Pabrik semen dengan dengan kapasitas produksi 12.000 ton per bulan, diperkirakan akan mulai beroperasi pada bulan April mendatang. Selanjutnya »

Lab Asia-POST SHOW REPORT 2009

 

 

 

 

 

11 – 13 August 2009
Putra World Trade Centre I Kuala Lumpur I Malaysia

 POST SHOW REPORT

LabAsia 2009 worked out successfully as the gateway to South East Asia as 119 exhibitors from 27 countries, met and discussed business with 4,169 registered trade visitors from 33 countries on 11 to 13 August 2009 at the Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur.

The 119 exhibitors had demonstrated their latest technologies derived from Australia, Austria, Belgium, Canada, China, Denmark, Finland, France, Germany, Hong Kong, Hungary, India, Ireland, Italy, Japan, Korea, Malaysia, Netherlands, New Zealand, Singapore, Spain, Sweden, Switzerland, Taiwan, Thailand, United Kingdom and USA. Selanjutnya »

Tahun 2015 Kebutuhan Etilena (Ethylene) Diproyeksikan Mencapai 160 Juta Ton

Tahun 2015 mendatang kebutuhan dunia akan etilena atau ethylene, dengan rumus kimia C2H4, diproyeksikan mencapai 160 juta ton per tahun. Demikian menurut perkiraan para analis industri global.

Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika Utara merupakan konsumen utama etilena, yang mencapai 87% dari total kebutuhan dunia. Sedangkan dari sisi sektor industri, industri polietilena (polyethylene) merupakan yang terbesar, dengan total kebutuhan mencapai 65.8 juta ton per tahunnya. Selanjutnya »

Download MSDS Asam Nitrat (HNO3)

Asam nitrat atau nitric acid, dengan rumus kimia HNO3, merupakan asam kuat dan termasuk bahan kimia berbahaya. Asam nitrat bersifat korosif. Berdasarkan sifatnya ini, maka kita perlu mengetahui potensi bahayanya secara detail, pengaruhnya terhadap kesehatan dan cara pencegahannya.

Dalam keadaan murni, asam nitrat merupakan cairan tak berwarna. Akan tetapi, seiring dengan waktu, warna larutan asam nitrat menjadi kekuningan. Ini disebabkan oleh akumulasi senyawa oksida nitrogen di dalamnya. Selanjutnya »

Exhibition Review Lab Indonesia 2010

EXHIBITION REVIEW
LAB INDONESIA 2010

Launching Lab Indonesia 2010 by the company was most timely to encapsulate the Indonesian Government vision and objectives to further the country’s research into various sectors of science and technology. At the rate it is progressing (at time of print) floor space is 97% sold. More companies are beginning to appreciate the Indonesian Government thrust into these sectors and see the value to exhibition in Lab Indonesia 2010.

Why Indonesia?
Indonesia’s economy was the third-fastest growing in Asia, behind China and India, and its democracy was boistered by largerly peaceful legislative and presidential elections. At Indonesia, the economy has been forecast to grow 5,5 percent in 2010. As we enter the second decade f the 21st century. Indonesia is progressing in its modern economy built on education, science and technology that can compete head-to-head with the likes of China, India and other regional economies. The private sector has proved resilient againts the global economic downturn. Selanjutnya »